BLOG INI PINDAH KE:

Welcome to Najamuddin Center Independent Candidate for Palopo 2013

Sabtu, 28 Juli 2012

Laskar Perubahan Selenggarakan Lomba menulis



Laskar Perubahan, salah satu tim pemenangan kandidat muda dan Independen Najamuddin akan menyelenggarakan Lomba karya tulis dengan tema  “Andaikan Aku Walikota Palopo”. Kegiatan dimaksudkan meningkatkan kretivitas siswa dan mahasiswa sekaligus menjaring ide-ide segar dari kalangan Pelajar SMA dan Mahasiswa. 

Kegiatan ini diselenggarakan tanpa pungutan sepersen pun dari peserta, peserta cukup menuliskan berbagai gagasan yang dimiliki seandainya diberi kesempatan menjadi Walikota Palopo.  Panitia Pelaksana Yeni, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk menjaring aspirasi dari kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda yang selama ini kurang mendapatkan perhatian maksimal, pelajar, mahasiswa dan pemuda memiliki banyak gagasan dan aspirasi yang akan disampaikan namun mekanisme formal terkadang mengalami kebuntuan. 

Sebagai wujud keseriusan kandidat muda Najamuddin terhadap potensi generasi muda kota Palopo, maka lomba ini tidak sekedar seremonial belaka yang berakhir pada penerimaan hadiah lomba, tetapi akan dirangkum dalam bentuk Buku, akan di lounching  pada 28 Oktober mendatang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. 

Text Box: Sekretariat Panitia Lomba Karya Tulis : Jalan Pattimura No. 14 A (Ayu Salon Palopo)        Telp. 081 330 206 388/ 081 355 772 592

Perlobaan ini dibagi dalam dua kategori,  pertama siswa SMA/SMK sederajat,  kedua mahasiswa dan umum. Bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat  yang berminat mengikuti lomba karya tulis dapat mengunjungi  halaman fanpage  fb.com/najamuddin.bukan.main. Pada halaman tersebut dijelaskan secara detail mekanisme lomba penulisan dan ketentuan lainya.

Saatnya Sekolah Gratis Hingga Kuliah


Pendidikan gratis yang telah banyak dicanangkan baik dilevel Nasional hingga provinsi dan daerah kabupaten kota telah banyak diwacanakan dan sebagian telah terealisasi. Isu ini menggelinding setiap kali perhelatan Pilkada. Pemerintah pusat telah mecanangkan wajib belajar  9 tahun sebagai upaya meringankan beban masyrakat dalam pembiayaan pendidikan lewat dana BOS. Di Sulsel juga telah dicanangkan pendidikan gratis hingga jenjang SMP

Program pendidikan gratis tak selamanya gratis masih ada pungutan yang dibebankan pada orang tua murid, bahkan korupsi dana pendidikan.  Kandidat Independen Najamuddin siap menggratiskan pendidikan 100 persen dari tingkat SD hingga SMA dan menggratiskan kuliah bagi siswa yang berprestasi di Palopo. Program pendidikan unggulan lainya yakni  beasiswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang magister. Program dimaksudkan untuk meningkatkan SDM sektor pendidikan sehingga selaras antara pendidikan yang gratis dan pendidikan yang berkualitas.

”untuk mewujudkan kota tujuan dan kota terdepan di kawasan Timur Indonesia, kota Palopo meski mengenjot peningkatan SDM untuk mewujudkan impian itu, hanya pendidikan yang berkualitas kunci kemajuan suatu masyarakat. Kedepan juga diharapkan kota palopo menjadi kota tujuan pendidikan” ujar Najamuddin

Apa yang diungkapkan lelaki kelahiran Bajo itu bukanlah sekedar janji-janji kosong, menurutnya apa yang telah dicapai pemerintah saat ini harus ditingkatkan lebih baik untuk menjawab tantangan persaingan global saat ini. Memberi prioritas pada generasi muda yang berprestasi meski menjadi perhatian utama untuk menjawab tantangan era perdagangan bebas 2015 mendatang.

Najamuddin Tunggu Hasil Survei Wakil



Dalam waktu dekat teka-teki siapa gerangan yang mendampingi Najamuddin dalam Pilwali mendatang akan terjawab pasca survei. Najamuddin telah menunjuk dua lembaga survey terpercaya untuk melakukan riset pengambilan sampel dimasyarakat. Diharapkan dari hasil surevei tersebut dapat menjadi bahan pemetaan bagi tim dan menghasilkan nama yang dapat dijadikan paket kuat dalam Pilwali Palopo 2013.

Dalam waktu dekat dua lembaga tersebut akan melakukan riset dan pengambilan sampel dilapangan untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat independen tersebut. Najamuddin masih merahasiakan dua lembaga survey yang ditunjuk sampai selesai melakukan pengambilan sampel.

“InsyaAllah sebelum idul fitri penentuan soal paket sudah rampung, diharapkan bagi tim untuk bersabar menunggu hasil survey yang akan diumumkan sebelum lebaran. Semua nama yang berpotensi  untuk meningkatkan elektabilitas akan dimasukkan dalam survey yang diselenggarakan pekan ini” ujar najamuddin

Rizaldi dari Jaringan perubahan, salah satu tim pemenangan Najamuddin menyambut baik tekad Najamuddin untuk melihat lebih objektif penentuan wakil mendatang lewat mekanisme riset ilmiah, sehingga dengan kehadiran wakil akan menambah elektabilitas pasangan independen ini.

“hasil survey ini juga akan menjadi bahn intropeksi bagi tim, mengavaluasi sejauh mana efektivitas program yang telah dilakukan. Pasca survey nanti kita akan menata tim untuk menutupi kekurangan selama ini” tutur Rizaldi

Rabu, 25 Juli 2012

Najamuddin Manfaatkan Momentum Ramadan

PALOPO---Bulan suci Ramadan merupakan salah satu momen yang tepat untuk terus melakukan komunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat. Najamuddin salah satu figur yang disebut- sebut akan maju pada Pilwalkot mendatang telah menyiapkan sejumlah program selama bulan suci Ramadan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Laskar Perubahan Najamuddin, Dody Alamsyah kepada koran ini, Senin 23 Juli kemarin. Dody menuturkan, program yang telah disusun tersebut akan segera dilaksanakan.

"Saat ini setidaknya kami menyiapkan enam program pokok Ramadan yang akan segera dilaksankan di semua kecamatan. Program tersebut antara lain pembagian sembako murah, buka puasa bersama komunitas dan panti asuhan, selain itu nantinya Pak Najamuddin akan menyapa 25 ribu kepala keluarga," ujar dodi.

Selain ketiga program tersebut, Laskar Perubahan yang merupakan nama tim pemenangan Najamuddin menyiapkan program pelatihan menulis untuk kalangan pelajar dan mahasiswa dalam betuk pesantren Ramadan, penerbitan buletin Ramadan, road show serta bakti sosial di masjid.

"Program ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Selain itu, ada beberapa program yang nantinya akan melibatkan masyarakat secara langsung seperti bakti sosial di masjid," kuncinya (mg1/sms/d)

Rabu, 18 Juli 2012

PHM Najamuddin Segera Terbentuk

PALOPO---Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Najamuddin akan dibentuk dalam waktu dekat ini. PHM sendiri akan bekerja aktif memenangkan bakal calon Walikota Palopo, Najamuddin Januari 2013 mendatang.Pembentukannya sendiri akan dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga basis terendah yakni RT. Saat ini, susunan pengurusnya mulai dirancang.

"Kami saat ini sedang melakukan penyusunan struktur dan orang-orang yang tergabung pada PHM ini. Kalau tidak ada halangan, semua pengurus PHM akan dilantik usai Ramadan," tutur Ketua DPC PHM Kota Palopo, Mustamar Sulaiman yang didampingi Pengurus Wilayah PHM Provinsi, A Baso Fadli Husain kepada Palopo Pos, Selasa 17 Juli kemarin.

Tahap penyusunan dan pembentukan struktur sendiri, sudah dilaksanakan di Kecamatan Wara, Wara Selatan, Wara Timur, Wara Utara, Bara, Telluwanua. "Insya Allah, dalam waktu dua sampai tiga hari kedepan akan rampung di semua kecamatan. Pada pelantikannya nanti, akan dihadiri Ketua Dewan Penasehat, Ilham Arief Sirajuddin," jelasnya. (cr3/sms/d)

Selasa, 17 Juli 2012

Tim PHM Najamuddin Rapatkan Barisan

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Palopo tahun 2013 mendatang, sejumlah calon kandidat sudah mulai meraptakn barisan, salah satunya adalah tim pemenangan Najamuddin.
Data yang dihimpun luwuraya.com menyebutkan tim Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Najamuddin sudah menyusun struktur pengurus PHM yang dimulai dari tingkat Kelurahan sampai Kecamatan, tim PHM ini nantinya akan bekerja secara maksimal untuk memenangkan Najamuddin pada Pemilihan Wali Kota Palopo 2013 mendatang.

Ketua DPC PHM Kota Palopo Mustamar Sulaiman yang didampingi pengurus wilayah PHM Provinsi Andi Baso Fadli Husain kepada  luwuraya.com mengatakan pihaknya saat ini tengah menggodok pengurus yang akan masuk dalam PHM Najamuddin.

“Dalam waktu yang singkat ini segera terbentuk susunan pengurus Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) di Kelurahan sampai Kecamatan,” kata Mustamar.
Menurutnya dalam waktu dekat ini pengurus dari beberapa Kecamatan sudah bisa dirampungkan susunan struktur pengurusnya, seperti Telluwanua, Bara,  Wara , Wara Selatan, Wara Timur, dan Wara Utara,  dalam minggu ini akan rampung di semua Kecamatan.

“Selesai lebaran akan dilaksanakan pelantikan secara kolektif, yang akan dihadiri ketua dewan penasehat Ilham Arif Sirajuddin,” terangnya.

Terbentuknya PHM di kecamatan sampai kelurahan adalah sebuah keharusan yang wajib dituntaskan sampai pada tingkat basis terendah yaitu RT.
Amran Amir

Kamis, 12 Juli 2012

KKL Siap Menangkan Najamuddin

PALOPO---Setelah mendeklarasikan diri untuk maju pada Pilwalkot Palopo, H Najamuddin J SH mendapatkan banyak dukungan dari kelompok masyarakat. Baru-baru ini, rumpun Kerukunan Keluarga Latimojong (KKL) menyatakan dukungan terhadap balon walikota yang maju melalui jalur independen itu.

KKL menyatakan keseriusannya untuk memenangkan Najamuddin, Januari 2013 mendatang. Bahkan, KKL akan mengupayakan pembangunan jejaring tim mulai dari tingkat RT/RW sampai ke kecamatan dari seluruh sebaran keluarga yang ada di Kota Palopo.

Hal tersebut menjadi butir utama pertemuan yang dihadiri Qamariah, Ketua KKL, Nursyam Mustamin SH MH. Juga tampak juga H Sayang Palitta, Umar Lupu, Rahma Jefry Samad, Haryono, dan lain-lain.

Rahma Samad mengatakan, bahwa rumpun keluarga Latimojong merupakan salah satu diantara rumpun keluarga yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Najamuddin. "Kami akan membangun jejaring tim pemenangan keluarga dari rumpun keluarga lainnya," ungkap Rahma yang juga pemilik Ayu Salon Palopo ini. (sms)

Selasa, 03 Juli 2012

Sekum Demokrat Palopo Dukung Najamuddin

PALOPO---Sekertaris Umum (Sekum) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Palopo, Ridwan Fattah mengatakan kalau dirinya, sebagai Sekum, mendukung calon Walikota jalur independen, Najamuddin J SH sebagai calon Walikota Palopo periode 2013-2018. Minggu 1 Juli malam kemarin, kepada Palopo Pos, di sela-sela acara Deklarasi Calon Walikota Palopo, H Najamuddin J SH, dan pelantikan pengurus DPC Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kota Palopo, di Lapangan Gaspa.

Ridwan dalam kesempatan itu beralasan sangat wajar. Karena Najamuddin adalah kader demokrat, dan terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub), Najamuddin sudah berkomitmen penuh untuk memenangkan Ilham-Aziz di Palopo. "Selain itu, DPC Demokrat Palopo juga belum menetapkan usungan secara resmi. Jadi apa salahnya," ungkapnya.


Dikatannya pula, persoalan ketokohan Najamuddin juga sangat bagus. Selain itu, DPC Demokrat juga belum pernah mengadakan rapat internal mengenai sikap partai ke depan. "Saya sudah beberapa kali mengusulkan kepada pak Ketua, Hamka Hidayat, untuk membicarakan sikap partai dalam Pilwalkot. Namun sampai sekarang belum juga dilaksanakan," tandas Ridwan.


Untuk membuktikan keseriusannya, Ridwan bersama Najamuddin ke panggung utama untuk melakukan salam komando yang disaksikan ribuan massa pendukung Najamuddin. (mg2/sms/d)

Jumat, 01 Juni 2012

Najamuddin Siap memimpin Palopo



Salah satu putra terbaik tanah Luwu kembali mendeklarasikan diri sebagai calon Walikota Palopo. Najamuddin anak muda kehiran Suli, 1978 menyatakan kesiapan bertarung secara sehat dalam Pilwalkot mendatang. Keseriusan Naja untuk maju dalam Pilwalkot Palopo ditegaskan dalam acara pelantikan Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) DPC Kota Palopo, Ahad, 1 Juni 2012 di lapangan Gaspa Palopo. Keseriusan ini sekaligus menjawab keraguan publik maju tidaknya sosok muda kelahiran suli ini.
“kami serius untuk maju dalam Pilwali mendatang sebagai dorongan kuat untuk bersama-sama masyrakat mengawal perubahan, hanya ditangan anak muda yang visioner dapat menjawab tantangan  perkembangan masyarakat kedepan” pungkas kandidat bertagline ‘Ayo Berubah’ ini.   

Disinggung mengenai partai Dukungan untuk memuluskan tekad maju dalam Pilwali tahun depan, Najamuddin realisti memilih jalur independen dengan dukungan langsung rakyat tanpa perantara partai.
Pilihan independen menurutnya lebih baik dibanding usungan partai politik yang membutuhkan berbagai macam persyaratan. Pilihan Independen bukan karena tipisnya peluang diusung dari jalur partai politik, mengigat ada empat hingga lima kandidat cawali diusung lewat jalur partai politik. Pilihan indepen telah dipertimbangkan secara matang melewati kajian internal tim termasuk plus-minusnya.  

Berkaca pada beberapa Pilkada di Indonesia berhasil dimenangkan oleh kandidat yang tidak diusung oleh partai politik, keberhasilan kemenangan kandidat independen dengan memaksimalkan kinerja internal tim tidak mustahil dimenangkan di Palopo. “berkoalisi dengan rakyat adalah pilihan terbaik, kalaupun ditengah perjalanan ada partai yang ingin bergabung, bukan lagi sebagai partai pengusung tetapi hanya sebagai partai pendukung saja. Rakyatlah 100 persen sebagai pengusung kami kelak”  ujarnya mantap.

Dalam waktu dekat sebagai wujud keseriusan untuk bersaing secara sehat dengan kandidat yang lebih dulu jor-joran sosialisasi di masyarakat. Untuk memaksimalkan kerja tim, telah dibentuk jejaring pemenanggan hingga tingkat bawah untuk memenangkan kandidat independen ini. Dengan sisa waktu kurang lebih tujuh bulan kedepan masih tersisa waktu yang cukup untuk memenangkan Najamuddin, apalagi pergerakan suara pemilih masih berubah-ubah, dan suara pemilih tidak terdistribusi pada satu kandidat.

Selasa, 17 April 2012

Palopo Perlu Stadion Bertaraf Nasional

Meskipun bergelut di dunia bisnis dan kontruksi, Najamuddin memiliki visi menarik untuk pembangunan dunia keolahragaan di Palopo dan Luwu
Raya pada umumnya. Menurutnya, sebagai sebuah kota yang akan dibangun menjadi kota tujuan dan kota masa depan, Palopo harus mampu menyediakan berbagai sarana dan prasarana publik, termasuk
infrastruktur keolahragaan.

Di bidang pengembangan sepakbola misalnya, Naja menegaskan bahwa Palopo harus memiliki stadion bertaraf nasional paling tidak. Tanpa adanya stadion sepakbola yang representif, tentu anak-anak muda
Palopo dan Luwu pada umumnya akan kesulitan menghidupkan sepakbola sebagai olahraga prestasi. Saya
faham, Gaspa dulunya berkembang di Palopo sebagai ranah pembibitan atlet sepakbola andal, sayangnya
proses pembinaan melalui kompetisi sangat minim.

Dengan adanya prasarana olahraga yang bertaraf nasional, Palopo sangat berpotensi menjadi tuan rumah pelaksanaan kejuaraan yang berskala nasional bahkan internasional. Di Palopo kita siapkan arena pertandingan dan berbagai macam kebutuhan atlit, sementara untuk berwisata kita punya daya tarik
besar karena dekat dengan Toraja. Saya memiliki keyakinan, jika ini kita lakukan, maka pendapatan
daerah dari sektor pariwisata akan mengalami peningkatan.

Menurut Najamuddin, sebuah kota yang komplit semestinya mampu menyediakan berbagai fasilitas publik yang memadai. Coba anda lihat, salah satu industri yang mengalami perkembangan pesat dewasa ini adalah
industri keolahragaan yang berkonvergensi dengan bidang pariwisata. Orang datang ke Polandia dan Ukraina, bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan Euro. Tetapi  mereka juga membutuhkan hotel, pusat perbelanjaan, dan lebih dari itu mereka ingin berwisata. Palopo memiliki keunggulan tersendiri sebab merupakan satu-satunya daerah kota yang berjarak paling dekat dengan Tana Toraja. “Anda tahu, Tana Toraja adalah salah satu ikon pariwisata budaya yang sangat ingin dikunjungi wisatawan
dari seluruh dunia” pungkas Naja.

Najamuddin berkeyakinan, jika palopo mampu siapkan fasilitas keolahragaan yang bertaraf nasional bahkan
internasional, ibukota bumi sawerigading ini akan menjadi sebuah tempat yang mampu menyelenggarakan
perhelatan olahraga berskala besar. Katakanlah misalnya, Turnamen Bulutangkis Piala Sudirman. Atau mungkin kejuaraan tenis dunia. “Ini bukan mimpi, kalau kita berusaha mewujudkannya”, tegas Naja. (Imm)

Selasa, 06 Maret 2012

Ayo PALOPO !!! Kita Cetak Sejarah Lagi !!! Menjadi Pilkada Pertama di Sul-Sel yang Dimenangkan Independen.

Tanah Luwu adalah bumi sarat heroisme. Ketika Republik Indonesia baru saja dicetuskan, Opu Andi Djemma berinisiatif mendirikan laskar Soekarno Muda tanah Luwu. Organisasi Ini didirikan hanya beberapa hari setelah kabar tentang proklamasi kemerdekaan, sampai ke tanah Luwu.

Sejarah negeri ini memang tidak bisa dipisahkan dengan lembaran kisah heroic wija' to Luwu. Kedatuan Luwu adalah kerajaan pertama di Sulawesi Selatan yang menyatakan bergabung ke dalam pangkuan republik. Bahkan, kisah mengenai perang terbuka yang dimotori laskar pemuda Luwu pada tanggal 23 Januari 1946 melawan tentara sekutu yang diboncengi Nica, ditetapkan sebagai Hari Perlawanan Rakyat Semesta (Permesta). Tidak heran, Datu Luwu yang mulia Andi Djemma, dikenal sebagai sang raja nasionalis. Bahkan presiden Soekarno sang Proklamator, sampai "jatuh cinta" pada wija' to Luwu dan menjanjikan status Daerah Istimewa bagi Luwu, sebagaimana Yogyakarta.

Dalam konteks penyebaran agama samawi, tanah Luwu juga adalah lahan persemaian dinul islam di Sulawesi. Ulama besar Datu Patimang yang konon berasal dari minangkabau, merupakan ulama penyebar ajaran Islam di tanah Luwu bersama dua orang sahabatnya; Datuk Ribandang di Gowa dan Datuk Ditiro di Bulukumba.

Akan tetapi, kisah patriotisme Wija to Luwu tampaknya belum direfleksikan dalam konteks nasional hingga hari ini. Janji Soekarno menjadikan Luwu sebagai Daerah Istimewa, pun be-lum tertunaikan. Sudah sejak lama Rakyat Luwu rindu menjadi provinsi sendiri demi memuliakan Indonesia. Akan tetapi, kerinduan ini sepertinya masih dikelilingi kabut hitam ketidakpastian.
Terdapat beberapa faktor yang menghadang provinsi Luwu Raya. Jika ditelisik lebih dalam, faktor terbesar yang mengerangkengnya, yaitu ; proses internalisasi nilai-nilai ke-Luwu-an dan pemahaman terhadap landasan ideologis untuk apa Luwu Raya berprovinsi, tampaknya belum tuntas. Akibatnya, ide pembentukan Luwu Raya seringkali menjadi korban politisasi kepentingan. Benturan kepentingan antar elit dan kelompok politik tertentu, sulit terhindarkan. Faktor inilah vang menjadi penyebab, ide Luwu Raya terus menggantung di antara langit dan bumi.

Dalam konteks ini, Luwu membutuhkan seseorang yang mampu memecah kebuntuan (ice breaker). Sosok yang sanggup berhati murni dan tidak takut untuk keluar dari mainstream kepentingan blok politik tertentu. Luwu Raya merindukan putranya yang berani dan ikhlas mewakafkan dirinya buat Wija To Luwu. Kita tidak bicara orang ataupun figur tertentu. Siapapun itu, sosok tersebut dapat saja lahir dari sebuah proses dialektika politik, termasuk Pilkada. Dengan kondisi demikian, Pilkada Palopo bukan saja memiliki makna penting bagi rakyat palopo, juga bernilai penting bagi seluruh Luwu Raya. Palopo sebagai jantung Luwu, dapat menjadi arena seleksi yang diharapkan menghasilkan penerus perjuangan pembentukan Luwu Raya.

Rabu, 29 Februari 2012

Najamuddin Bukan Main Kisah Anak Petani Menjadi Pengusaha Sukses

Lahir dan dibesarkan di keluarga miskin, membentuk karakter Najamuddin menjadi sosok pekerja keras dan pantang menyerah. Sejak kecil ia sudah harus melakoni pekerjaan yang semestinya dikerjakan orang dewasa. Hanya dengan mengandalkan hasil panen sawah, itupun cuma beberapa petak, Jafarruddin dan Hj. Sanong, yang tak lain adalah ayah dan ibu dari sebelas anak, sangat keteteran membiayai kebutuhan keluarga. Jangankan memikirkan pendidikan Najamuddin beserta saudara-saudaranya, biaya hidup sehari-hari saja, sulitnya bukan main. Praktis, hari berganti hari hanya berkutat pada upaya bertahan hidup (struggle for life), alih-alih menyusun perencanaan masa depan bagi anak-anaknya. Saat itu, masa depan bagi Najamuddin adalah gambaran akan kegetiran hidup yang siap mencengkram di masa depan.

Keadaan demikian yang menjadikan Naja kecil kala itu, sudah harus memikirkan hal-hal yang semestinya menjadi beban orang tua. Saat duduk di bangku sekolah dasar, Naja sudah harus bersiasat dengan waktu. Ketika waktu shalat Subuh baru saja berlalu, Naja sudah meninggalkan rumah, kala hari masih gelap. Dengan semangat khas anak Luwu, ia bergegas menyisir tiap jengkal semak belukar pedalaman di pinggiran kampung, mencari buah kelapa yang mungkin jatuh di malam tadi. Kalau kebetulan beruntung, kelapa tersebut ditenteng ke sekolah untuk ditukar dengan kue janda yang menjadi jajanan favorit saat itu. Kalau nasib lagi sial, terpaksa harus gigit jari menyaksikan teman-teman lainnya menikmati kue janda dikala istirahat belajar. Segera setelah pulang sekolah, Naja sudah ada di pinggiran kampung menggembala kerbau. Di kala musim tanam padi tiba, Naja harus ikut membantu orang tua membajak sawah. 


"PERNAH SUATU KETIKA, SAYA MEMBAJAK SAWAH PADA JAM DUA MALAM SEBAB KEESOKAN HARINYA, HARUS IKUT ULANGAN DI SEKOLAH", tutur Najamuddin seraya menerawang, saat menceritakan kisah hidupnya ke wartawan Tribun Palopo di rumahnya di kompleks Bumi Permata Hijau (BPH) Makassar. Memasuki bangku SMP, Naja tumbuh menjadi pemuda usia belasan yang berbadan kekar. Dengan postur kekar dan kuat, sudah tentu sangat menguntungkan. Dengan begitu, ia merasa lebih percaya diri melakukan pekerjaan-pekerjaan lebih berat. Pekerjaan lebih berat tentu penghasilannya lebih besar, begitu fikiran Naja muda saat itu. Pada usia setamparan anak SMP, Naja menjadi kuli angkut, kuli bangunan, dan melakoni pekerjaan orang dewasa lainnya.

Saat truk angkutan barang dari Makassar tiba, kami bersama beberapa orang di kampung, menjadi kuli angkut barang dari mobil ke toko-toko di sepanjang jalan di Belopa sampai di Bajo. Saat itu, diantara semua kuli angkutan, saya adalah kuli termuda. Dari pengalaman menjadi kuli angkut tersebut, Najamuddin merekam dengan baik denyut nadi kegiatan bisnis di wilayah tersebut. Lewat rekaman peristiwa ini, naluri bisnis anak Luwu yang dilahirkan pada tanggal 23 Februari 1968 ini, kian membuncah. Pendeknya, Najamuddin selalu berfikir untuk menghasilkan peser demi peser uang dari pekerjaan apapun, asalkan halal.
"SAYA TIDAK MENYESAL TERLAHIR DAN DIBESARKAN DARI KELUARGA PETANI YANG MISKIN" seloroh Najamuddin sambil mengenang masa lalunya. Sebagai anak kedua dari keluarga miskin di desa terpencil, Naja tidak pernah merasa risih apalagi gengsi melakukan pekerjaan yang menurut orang lain adalah pekerjaan kasar. Semua pekerjaan ini dilakoni hingga Najamuddin menamatkan bangku SMA di 1 Belopa.

Dari pengalaman hidup yang demikian berat dan menantang, sosok Najamuddin terbentuk menjadi pribadi yang tidak gamang menghadapi masa kini dan kikuk menatap masa depan.
"SAYA SELALU BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK DIMANAPUN SAYA BERADA",
tutur Naja. Di ruangan kelas, meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja di luar jam sekolah, saya tidak pernah tinggal kelas, bahkan selalu menjadi juara kelas. Naja berprinsip, biarpun anak desa, tetapi harus selalu tampil beda, demikian semboyannya yang diulang berkali-kali selama perbincangan itu. Selepas SMA, Najamuddin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Makassar, la masuk ke UMI (Universitas Muslim Indonesia). Disana, Naja mengambil jurusan hukum. Semester awal adalah masa paling berat bagi Naja saat itu. Sebagaimana mahasiswa di rantau yang mengandalkan kiriman dari orang tua, Naja tidak punya pengalaman demikian. Jangankan mengirimi uang, untuk hidup keluarga saja di kampung sangat berat. Pada saat yang sama, Naja tidak punya pilihan. la harus melanjutkan hidup di Makassar. Hal ini lagi-lagi memaksanya memutar otak menemukan siasat bertahan hidup (siasat survivalitas) untuk membiayai kuliah. Naja pun lalu memilih bergabung dalam kelompok pengusaha di Makassar. Dari sinilah, perlahan namun pasti, insting bisnis Najamuddin makin matang. Beberapa tahun setelah kuliah, Naja memilih hijrah ke Soroako. Disana ia dipercaya beberapa pengusaha lokal mengelola perusahaannya. Naja sempat mengendalikan empat perusahaan kontraktor di Soroako. Setelah mengetahui seluk beluk dunia kontraktor lebih mendetail, Naja pun mendirikan perusahaan kontraktor sendiri. Dalam rentang waktu lima tahun, Naja menjadi kontraktor tetap di PT Inco Soroako sampai saat ini. Tak berhenti disitu, Naja lalu mendirikan perusahaan penyedia jasa pengamanan. Perusahaan penyedia jasa pengamanannya mengalami perkembangan pesat. Saat ini, PT BPI sudah memiliki karyawan kurang lebih seribu orang yang dipekerjakan di perusahaan perusahaan BUMN dan swasta di hampir seluruh ka-bupaten di Sulawesi Selatan.

Setelah dirasa cukup mapan, dua tahun terakhir, Naja lalu memilih melakukan ekspansi ke Makassar. Tak butuh waktu lama, perusahaan Naja mampu mengambil peran penting di Makassar. Saat ini, perusahaannya merupakan salah satu mitra PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), sebuah perusahaan konstruksi berskala nasional. Perjalanan hidupnya yang begitu pelik, keras dan penuh warna, membentuk sosok Naja menjadi pribadi pemikir dan pekerja keras. Tak pernah terlintas di benaknya, bahwa kelak akan mencalonkan diri menjadi seorang pemimpin di tanah Luwu. "Jangankan menjadi walikota ataupun Bupati, terfikir untuk menjadi kepala desa saja, saya tidak pernah", katanya. 


"BAYANGKAN, UNTUK MAKAN SAJA, KELUARGA SAYA MENGALAMI KEKURANGAN. BAGAIMANA MUNGKIN ANAK SEORANG PETANI MISKIN AKAN BERFIKIR MENJADI PEMIMPIN SAAT ITU" lanjutnya.


Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Tak ada yang bisa menduga nasib seseorang. Kalau hari ini, Naja berketetapan hati melangkah menuju kursi Walikota Palopo, tentu hal tersebut merupakan pilihan dan tekadnya. Baginya, ia merasa sudah waktunya untuk mengabdikan diri pada masyarakat. 


"SAYA ADALAH ANAK PETANI MISKIN. SAYA PERNAH JADI KULI ANGKUTAN. SAYA PERNAH JADI KULI BANGUNAN. SAYA PERNAH JADI BERANDALAN. HAMPIR SEMUA PEKERJAAN KASAR TELAH SAYA LAKUKAN. ITU MAKANYA, SAYA TAHU DAN SANGAT MEMAHAMI JERITAN HATI RAKYAT KECIL, DAN SAYA TAHU BAGAIMANA MENYUDAHI ITU SEMUA. SAYA TIDAK MAIN-MAIN. ITU MAKANYA SAYA INGIN JADI WALIKOTA PALOPO. SAYA INGIN MEMBUKTIKAN BAHWA SEORANG ANAK PETANI MISKIN MAMPU MENCIPTA-KAN SEJARAH" pungkas Naja, mantap.

Senin, 02 Januari 2012

Strategisnya Pilkada Palopo

Sangat disayangkan, makna strategis pilkada Palopo masih belum tampak. Pertarungan popularitas dan elektabilitas antar bakal calon, sepertinya masih didominasi wajah-wajah lama birokrasi dan politisi. Sebagaimana kita sama tahu, wajah-wajah itu terbukti kurang cekatan membangun kesatuan untuk menarik gerbong pembentukan provinsi Luwu Raya. Apalagi figur tersebut bukan hanya mewakili kepentingan Palopo itu sendiri, tetapi juga kepentingan partai. Bahkan biasanya kepentingan partai cenderung lebih dominan.

Selain itu, kemunculan figur pemimpin melalui jalur partai, juga dikhawatirkan akan mengurangi makna strategis Pilkada Palopo itu sendiri. Hal ini sangat mungkin, sebab relasi patron-Mien antara figur dan partai yang mengusung, acapkali berjalin dan berkelindan yang sulit dipisahkan. Dengan kondisi ini, ide pembentukan Luwu Raya, lagi-lagi terancam mogok. Jangan heran ketika kita tidak pernah mendengar isyu Luwu Raya dari kandidat walikota Palopo yang diusung partai tertentu. Sebenarnya, peluang untuk menghadirkan sosok ice breaker melalui jalur non partai (independen) masih terbuka lebar. Sayangnya, pintu itu tampaknya sepi peminat. 
Hal ini dapat dimaklumi, sebab dari fakta yang ada, pasangan kandidat melalui jalur independen yang berhasil memenangkan Pilkada, sangat kecil. Dari seluruh Pilkada di Indonesia, pasangan independen yang menang, tidak lebih dari sepuluh persen. Artinya, 90% kabupaten dan provinsi di Indonesia dipimpin oleh pasangan yang diusung parpol. Meskipun demikian, harapan bagi independen tidak tertutup sama sekali. Pilkada bukanlah pemilihan partai, melainkan pemilihan orang. Kemenangan dalam Pilkada tidak ditentukan oleh partai, melainkan kinerja tim pemenangan. Pilkada Garut di Jawa Barat, Pilkada Batubara di Sumatera Utara, dan Pilkada di Rote Ndao Nusa Tenggara Timur, Pilkada Kubu Raya di Kalimantan, untuk menyebut beberapa contoh dimana pasangan kandidat "Putih" (Independen) keluar sebagai pemenang, mengalahkan pasangan kandidat yang diusung partai politik. Bahkan Di Aceh, pemilihan gubemur dan wakil gubernur dimenangi secara meyakinkan oleh pasangan independen. Dari 21 pemilihan bupati/wali kota di Aceh, calon independen menang di delapan daerah. Kedelapan daerah itu adalah Sabang, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Lhoksuemawe.
Persoalannya, adakah figur yang berani bertarung habis-habisan di pilkada Palopo dengan mengambil jalur independen? Kalaupun ada, apakah jalur independen itu dijadikan sebagai pilihan atau malah keterpaksaan? Sebagaimana diketahui, memilih jalur partai, biasanya mempersyaratkan biaya sewa kendaraan yang tidak masuk akal. Dalam konteks itu pula, kandidat yang diusung parpol, memiliki kecenderungan korup lebih besar, dibandingkan kandidat independen jika keluar sebagai pemenang.
Dalam konteks Sulsel, dari seluruh Pilkada yang digelar, belum satupun kandidat independen yang berhasil memenangkan pilkada. Untuk kota Palopo, terbukanya ruang bagi calon independen maju di pemilukada, merupakan kesempatan pertama sebab pada pilkada Palopo tahun 2008 silam, independen belum diakomodasi. Dengan masuknya calon independen dalam pilkada di bumi pelopor sejarah ini, kesempatan untuk menemukan figur altematif yang memberi harapan baru bagi pembentukan provinsi Luwu Raya, menjadi penting dan relevan. Saatnya Wija' To Luwu melalui rakyat Palopo, berkesempatan mencetak sejarah baru, sebagai daerah pertama di Sulawesi Selatan yang memenangkan pasangan Independen. Mungkinkah? Wallahu Alam Bis Showab...

Organized by:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© NAJAMUDDIN CENTER
Designed by Laskar Perubahan
Back to top